Berfikirlah positif, biarkan hanya hal-hal positif yang menghiasi fikiran dan jiwa kita. Suatu hari saya bertemu dengan ibu muda pengrajin anyaman bambu di sebuah desa, “ibu bagaimana caranya agar ibu bisa menambah penghasilan ibu ?” jawabnya “saya tidak tahu”.

Begitu banyak orang yang berhenti berfikir, tidak bisa berfikir, masa bodoh dan tidak memikirkan dengan serius masa depannya, hidup mengalir apa adanya, orang lain yang menentukan nasibnya, keadaan yang mengombang-ambingkan hidupnya, karena tidak bisa berfikir lagi.

Berfikir, dan memikirkan masa depan yang lebih baik, memikirkan peristiwa-peristiwa saat ini dengan paradigma positif tentu akan menjadikan hidup lebih baik. Bahkan menurut hukum tarik menarik, the low of attraction, bahwa pikiran mempunyai kekuatan, pikiran kita memanggil masa depan. Kita akan mendapatkan apa yang paling sering kita fikirkan. Kita memanggil masa depan melalui pikiran kita.

Coba hitung, berapa banyak pikiran positif yang kita fikirkan sebulan terakhir ini? dan berapa banyak pikiran negatif yang sering melintas dalam fikiran kita? Jumlahkan dan bandingkan, lebih banyak mana pikiran negatif apa pikiran positif, maka itulah nasib kita ke depan, seberapa banyak pikiran yang kita buat. Jika masih lebih banyak yang negatif, ini waktunya kita berfikir positif, dengan berfikir positif, maka kita sebenarnya sudah berprasangka baik kepada Tuhan kita.

… Aku (Allah, SWT) sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu. (HR. Al-Bukhari 5/175 dan Muslim 4/2061). Pikiran kita adalah persangkaan kita, apa yang membentuk pikiran kita adalah apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita rasakan, jangan lupa pengalaman dan referensi masa lalu juga akan membentuk pikiran kita. Dengan kerangka persangkaan baik, peristiwa seberat dan sesulit apapun akan kita respon dengan kerangka pikiran positif, sehingga nasib kita positif.

Kita harus berprasangka baik kepada diri kita sendiri, apalagi kepada Tuhan. Kita mampu, dan Tuhan akan memampukan kita, Tuhan Maha Kuasa, jangan pernah mengatakan tidak mungkin, tidak bisa dan sulit, jika Tuhan menghendaki tidak ada yang tidak bisa, tidak mungkin dan sulit. Mari kita berfikir positif terhadap nasib kita dan masa depan kita.

Kita ambil contoh saja yang sederhana, duduklah sebentar sambil merenungkan kebaikan kebaikan perusahaan Anda kepada Anda, tuliskan apa saja penilaian dan manfaat positif yang sudah anda terima selama bekerja di perusahaan Anda, tuliskan 100 hal yang baik dan positif dari perusahaan Anda. Jika perlu ajaklah duduk rekan kerja dan anak buah Anda, untuk melakukan hal yang sama, maka hal positif apa yang Anda rasakan terhadap perusahaan Anda, demikian juga sebaliknya, jika Anda ajak duduk dan menuliskan atau mengobrolkan hal-hal negatif dan tidak menyenangkan dari perusahaan Anda, bisa secara formal dalam rapat di warung kopi, coba rasakan kinerja dan motivasi apa yang akan anda peroleh dari perusahaan Anda.

Berfikir positif adalah melihat segala sesuatu dari sisi positifnya. Kita menyadari bahwa segala sesuatu memiliki dua sisi utama, yakni negatif dan positif dimana selalu ada pihak yang tidak dipuaskan, ada yang melihat dari sisi gelapnya. Untuk itu dimana Anda berpihak, apakah di sisi positif atau disisi negatif ? disisi gelap atau disisi terang? disisi pro aktif atau disisi reaktif ?, disisi mendukung atau disisi oposan ?. ini adalah keputusan sadar yang bisa kita pilih.

Pikiran positif akan menimbulkan perasaan positif, perasaan positif akan menggerakkan tindakan tindakan positif, tindakan positif akan menghasilkan pencapaian pencapaian positif, dan demikiaan sebaliknya.

Manakala kita berfikir negatif pada sesuatu, maka perasaan kita akan cenderung negatif, karena perasaan kita negatif, maka kita akan cenderung mengerjakan tidak sepenuh hati, malas dan kurang bersemangat, sehingga hasilnya tidak optimal dan bagus, tentu saja dapat diduga bagaimana hasil pekerjaan yang dikerjakan dengan landasan pikiran negatif, pasti tidak optimal dan tidak akan mencapai hasil terbaik, bahkan banyak mengalami kerugian dan kecelakaan kerja dan kekurang-optimalan hasil.

Kisah dua orang yang mengalami nasib yang sama, tetapi akhirnya ber-nasib berbeda, karena mereka memiliki pikiran terhadap peristiwa penyebab nasibnya berbeda. Yang satu berfikiran positif, dan yang lainnya berfikiran negatif. Coba renungkan dalam peristiwa di sekitar Anda.

Bagaimana sikap pikiran Anda terhadap ?

  1. Orang tua yang miskin ?
  2. Musim kemarau berkepanjangan ?
  3. Usaha yang sedang lesu atau di tipu orang ?
  4. Terjadi musibah terhadap keluarga ?
  5. Anak yang sulit di atur ?
  6. Keadaan keuangan yang tidak menguntungkan ?
  7. Usaha selalu tertipu dan bangkrut ?.

Demikian itulah keadaan diri kita, seperti yang kita fikirkan. Mulai sekarang ubahlah nasib kita dengan mengubah cara berfikir kita, semua hal selalu ada sisi negatif dan sisi positifnya, berfikirlah positif.

+++

Untuk keperluan training, fasilitator, motivasi, workshop, pendampingan usaha, kerjasama dan event organizer, silahkan hubungi kami. Di 085 868 586 660 Dengan senang hati kami akan membantu Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.