Menurut Maxwell Maltz, seorang ahli Psycho Cybernetyc, menyatakan bahwa citra diri terbentuk dari;

  1. Sebuah pengalaman seseorang di masa lalu,
  2. Sukses serta kegagalan kita,
  3. Pujian atau hinaan yang kita terima,
  4. Kemenangan atau kekalahan yang kita dapatkan,
  5. Serta dari hasil respon orang lain terhadap diri kita yang bisa saja tercipta dari masa lalu hingga sekarang.

Siapa Anda biasa dikenal, atau siapa Anda senang menyebutkan diri sebagai apa itulah identitas diri. Di lingkungan kita biasa orang memanggil temannya dengan panggilan yang bukan namanya, SI GENDUT, SI JANGKUNG, SI TARGET ORIENTED, SI BOS, SI PEMALAS, dst. Nah, coba diingat-ingat kembali, sebagai apa Anda dikenal selama ini ? Apakah identitas yang melekat dalam diri anda itu menguatkan atau melemahkan, apakah akan mempercepat sukses Anda ?.

Bisa jadi itu dari nama panggilan, atau melekat pada keyakinan Anda dalam menyelesaikan pekerjaan atau dikenal sebagai Apa selama ini anda dilingkungan Anda. Juga bisa jadi bagaimana anda merasa saat Anda dalam keadaan down dan lemah. Bisa jadi dari pengalaman kerja sebelumnya yang selalu disalahkan dan gagal sehingga menyebut diri sebagai pegawai tidak potensial dan atau dari pengalaman bisnis kecil-kecilan atau besar-besaran yang gagal sebelumnya sehingga Anda menyebut diri tidak berbakat bisnis dan lain-lain.

Nah, mulai saat ini mari kita tetapkan identitas baru kita:

  1. Apa yang ingin anda capai?
  2. Apa yang Anda cita-citakan?
  3. Bagaimana Anda mencapainya ?
  4. Ingin disebut apa, oleh orang lain?
  5. Jika anda sudah tidak ada didunia ini, ingin apa yang ingin dikenang dari anda oleh teman-teman anda dan keluarga anda?.

Semuanya dalam konteks keberhasilan akhir apa yang anda inginkan, misalnya:

  1. Saya pebisnis sukses mulia di Indonesia.
  2. Saya seorang manajer kelas dunia.
  3. Saya seorang yang bahagia dan antusias.
  4. Saya adalah manajer 1 juta dolar.
  5. Saya adalah pebisnis the best di Indonesia.
  6. Saya adalah motivator 1 juta pengusaha dengan penghasilan 1 juta dolar per bulan.
  7. Jadi pejabat nasional.
  8. Menjadi tokoh bangsa.

Ingat, kita bukan superman, jangan menjadi superman, janganlah menjadi lilin yang menerangi lingkungan tetapi habis terbakar oleh apinya sendiri. Miliki impian yang besar, ingin dikenal sebagai apa kita di akhir hidup kita ?. Pernahkah Anda membayangkan, saat pemakaman Anda, bagaimana sahabat dan keluarga Anda membacakan puisi dan doa-doa di pemakaman Anda ?

Penulis buku the dash, linda Elis, menulis sebuah buku yang menginspirasi jutaan pembaca, bagaimana seorang teman menuliskan wasiat puisi yang ingin dibacakan saat pemakamannya. Bahwa hidup ini tidak lebih dari satu garis pendek antara kelahiran sampai kematian seseorang. Masih berapa lama lagi sisa garis hidup kita, seandainya kita diberi tambahan waktu, apakah kita akan melakukan lebih banyak kebaikan, lebih banyak memberi respek pada sesama dan lebih banyak tersenyum? Bisakah kita lebih menahan marah dan lebih memberikan kasih sayang kepada sesama ?.

Sejenak, duduklah, dan cobalah menuliskan pidato saat kita akan dimakamkan, ingin seperti apa kita dikenal.

+++

Untuk keperluan training, fasilitator, motivasi, workshop, pendampingan usaha, kerjasama dan event organizer, silahkan hubungi kami. Di 085 868 586 660 Dengan senang hati kami akan membantu Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.