A. Perbedaan Bisnis Owner dengan Self Employee

Problematika utama usaha yang masih baru atau baru berkembang adalah kemampuan mengembangkan dari bisnis kecil menjadi bisnis yang lebih besar. Diantaranya karena usaha ini masih diurusi sendiri, jika pemilik bisnis tidak hadir di tempat usaha, problematika dan kendala bisnis muncul, bahkan tidak jarang usaha berhenti sementara jika pemiliknya tidak hadir.

Jika usahanya sudah melibatkan jumlah pegawai yang cukup banyak, pegawai tidak bekerja dengan baik, karena bisnis belum menerapkan prinsip-prinsip bisnis dengan sistem yang baik, yaitu SOP. Bisnis masih mengandalkan pemiliknya, yang biasa dikenal self employee, kebijakan penting operasional masih ditangan owner, atau sedikit orang. Bisnis owner, kepemilikan bisnis, lebih menekankan pada pemberdayaan;

B. Mengenal SOP

SOP atau standar operasional prosedur, sebenarnya bisa berarti sesuatu yang sederhana dan berkembang menjadi sesuatu yang sangat rumit, bisa saya jelaskan sebagai berikut:

SOP biasanya meliputi beberapa bagian terpenting dari operasional perusahaan, tujuan disusun suatu SOP adalah untuk;

Beberapa bidang yang perlu disusun SOP, meliputi bagian sebagai berikut:

Semakin besar dan kompleks organisasi bisnis, maka SOP yang harus disusun juga semakin kompleks, yang awalnya hanya pengumuman selembar kertas, menjadi klausul berlembar-lembar dan melibatkan ahli hukum.

C. Cara Pembuatan SOP Sederhana

SOP untuk perusahaan yang baru berdiri adalah pemiliknya sendiri, apa yang disampaikan dan ketentuan yang dikeluarkan pemilik atau pimpinan akan menjadi standar, akan tetapi setelah perusahaan tumbuh, jumlah pegawai dan operasional semakin rumit, maka SOP harus mulai ditulis.

Penulisan SOP dapat dilakukan dengan berbagai cara:

Leave a Reply

Your email address will not be published.