“Sesungguhnya segala sesuatu Kami ciptakan dengan qadar (ukuran, aturan)” (QS. Al Qamar: 49).

Kitab suci sudah menyebutkan dan para ahli sudah membuktikannya bahwa semua penciptaan dan peristiwa di dunia ini bukan peristiwa kebetulan, tetapi peristiwa yang diciptakan dengan ukuran dan takaran yang tepat. Jika kita berhasil meraih sesuatu, tentu ada takaran dan ukurannya, jika ada orang sukses mencapai target impiannya, tentu bukan kebetulan. Tetapi merupakan rancangan maha dahsyat dan sempurna dari Tuhan. Sukses bisa ditiru (modeling) jika ditiru sesuai urutan dan prosesnya.

Misalnya; Kita belajar membuat nasi goreng telur mata sapi yang paling enak di tempat kita, jika kita ingin meniru nasi goreng mata sapi tersebut yang persis sama, maka kita harus meniru persis sama, mulai dari;

Jadi kesuksesan orang bisa ditiru, kita memerlukan model untuk ditiru, jika mengharapkan keberhasilan besar, tirulah yang terbaik dibidangnya. Milikilah model untuk ditiru, siapa orang yang menjadi model dalam hidup kita yang patut kita tiru kesuksesannya, model ini bisa menjadi teladan, guru, mentor dan bisa juga sebagai sparing partner keberhasilan kita secara nyata maupun secara virtual.

Mengapa pemenang bisa menang, dan pecundang selalu kalah ?, karena biasanya hanya 5{d27d70b0dca422c55efe9f46f153e13aa375b494fa4b165a7ccdd88158c8d926} rata-rata orang yang memiliki komitmen untuk menang, sedangkan 95{d27d70b0dca422c55efe9f46f153e13aa375b494fa4b165a7ccdd88158c8d926} sisanya mereka yang hanya berharap, ingin atau suka dengan sukses.

Mereka yang sukses adalah mereka yang menjadikan tujuan sebagai sebuah keharusan, sedangkan mereka yang gagal bertindak dalam batas-batas kenyamanan, akhirnya mereka mengatakan “seharusnya”.

Mereka yang bermental sukses adalah mereka yang bersedia berkorban, bekerja keras dan bertahan dalam keadaan tersulit, terus berupaya mencari cara, “menghalalkan semua cara yang halal sampai berhasil. Sedangkan mereka yang gagal banyak berdalih, dan tidak melakukan apa-apa, menyalahkan orang lain, mencari pembenaran atas kelemahan yang dimiliki.

Kisah orang sukses seperti Muhammad Bin Rasyid Al Maktoum perdana menteri Dubai dan Mendiang Lee Kuan Yew, dua contoh ini sangat luar biasa.

Al Maktoum terus berfikir, ketika dia menyadari bahwa dubai tidak bisa hanya mengandalkan minyak, yang akhirnya akan habis juga. Dia kumpulkan ahli-ahli dari seluruh dunia untuk memikirkan apa keunggulan Dubai, dia menemukan dubai memiliki pasir, pantai, maka dia meminta seluruh ahli terbaik dunia untuk merancang suatu pembangunan di pantainya, dan membangun pusat perdagangan terbesar di dunia. Dan sekarang dapat dirasakan hasilnya, dubai menjadi pusat perdagangan dunia. Mereka bekerja penuh komitmen, dengan mewujudkan impian sukses mereka tanpa alasan dan mengesampingkan hambatan alamiah yang ada, dan akhirnya sukses menjadi teladan dunia.

Tidak berbeda dengan Lee Kwan Yew, dia adalah tokoh yang mempelopori penyatuan Singapura ke Malaysia tahun 1965, akan tetapi karena Singapura terlalu miskin, tidak ada sumber daya alam yang dimiliki, dan kendala untuk sukses lainnya, akhirnya Singapura dipisahkan. Dengan kerja keras dan kedisiplinan, Singapura membangun negerinya bukan pada kekuatan alamnya, tetapi kekuatan mental dan pikiran, mereka membangun kedisiplinan, setiap pelanggaran dikenai denda dan hukuman cambuk dan bahkan hukuman mati, mereka memanfaatkan posisinya sebagai persimpangan 4 benua, dia jadikan sebagai pusat perdagangan dunia, dan sekarang dunia mengakui bahwa Singapura sebagai salah satu kekuatan bisnis dunia.

Sebaiknya Anda membaca bagaimana tokoh-tokoh sukses di dunia di bidang yang Anda minati, dan saat ini Anda ingin sukses di dalamnya maka jadikan mereka model, coba ditiru model mental mereka, bagaimana mereka melihat setiap kesuksesan dan kegagalan dalam bidang mereka. Tiru cetak biru model mental mereka, itu cara paling mudah dan akurat. Miliki komitmen sukses seperti mereka memiliki mentalitas sukses.

Jika kita mencoba menghubungkan, antara keberhasilan dan kekalahan pada seseorang, apa hubungannya dengan reaksi kimiawi dalam tubuhnya?.

Apa yang terjadi jika kita merasa bisa, kita merasa menang, maka seluruh kimiawi dalam tubuh kita akan bereaksi, demikian sebaliknya, jika kita merasa menang, atau mengalami kemenangan baik kecil maupun besar, maka akan reaksinya sama, misalnya kita naik kelas, menang perlombaan atau memenangkan olimpiade.

Saat kita mulai merasa menang, fokus kita semakin tajam dan refleks kita semakin cepat kita merasa tidak terkalahkan. Saat kemenangan benar-benar kita raih, kimiawi tubuh kita bereaksi;

Zat kimia dopamine merangsang pusat kesenangan di otak kita menciptakan keadaan yang terdalam, nyaman. Endoprin, menyebar ke seluruh tubuh kita, meskipun kita lelah tetap merasa nyaman karena kemenangan tersebut. Tubuh mengalami mabuk alami. Endoprin melakukan hal yang luar biasa yaitu meskipun kita luka, endoprin berfungsi sebagai penyembuh rasa sakit (block paint) di pusat syaraf otak kita, dengan menghentikan rasa sakit sampai ke tulang belakang dan otak dan kita tidak akan merasa sakit lagi.

Zat adrenalin dari kelenjar adrenal di dekat ginjal dan testoteron mengalir ke aliran darah, memberi kekuatan selama kompetisi/persaingan. Membuat kita waspada dan mempercepat kesembuhan. Kita akan bernafas lebih dalam dan detak jantung lebih meningkat, lebih banyak mengambil oksigen ke otak dan otot pada kondisi ini kita menjadi merasa unggul dan siap menghadapi dunia global.

Sebaliknya jika kita merasa kalah, merasa pesimis dan khawatir, maka apa yang akan terjadi? zat kimia dalam tubuh kita akan bereaksi pada diri kita. Kekalahan lebih terasa lama dan mendalam kuat melukai perasaan kita dari pada memperoleh kemenangan. Kekalahan terasa amat menyakitkan; untuk memahaminya kita perlu memperhatikan tubuh kita.

Kekalahan terasa memberatkan, jika kita mulai merasa kalah, merasa lemah, maka zat kimia dalam tubuh kita yang menghasilkan kekuatan akan padam, berhenti bekerja berbeda dengan saat kita menang. Zat kimia menyenangkan seperti dopamin, endorfin yang membuat kita bertahan waktu bertarung kian mengecil. Kita memasuki stamina mental yang menurun, yang mempercepat kekalahan semakin pasti.

Ketika kekalahan benar-benar menimpa kita, saat kita percaya kekalahan itu sudah datang maka tiba-tiba kita merasa lelah luar bias dan setiap otot terasa sakit semua. Saat kita menyadari akan kalah, akan memicu pelepasan hormon stres yaitu cortisol. Hormon ini jika bercampur dengan adrenalin yang sudah bercampur di dalam darah maka kita merasa CEMAS dan TAKUT.

Bila kekalahan merupakan bencana, reaksi primitif yang sama dengan reptil akan muncul, kita merasa tidak bisa bergerak, fungsi-fungsi tubuh yang tidak penting akan padam, agar otak terlindung, syaraf vegas tiba-tiba memperlambat gerakan jantung kita, darah keluar dari perut, kita mendapat rasa tenggelam dari rongga perut kita. Otot – otot kita melemah, kita tidak bisa mengendalikan anggota badan kita.

Tubuh kita memberi kita pelajaran kekalahan terakhir yaitu setiap kita kalah, hipocampus otak terangsang, memastikan kita mengingat kekalahan kita selamanya, dan dipusat emosi kita amigdala menggabungkan ingatan kekalahan itu menjadi kesedihan yang amat berat. Semua itu memberikan pengingat kekalahan yang sangat hebat dan kuat, agar kita tidak melakukan kekalahan lagi.

Secara ilmiah sudah dibuktikan, bahwa secara kimiawi dalam tubuh kita menghendaki kita menang, dan secara alamiah, tubuh kita meminta untuk tidak mengulang kesalahan yang sama, setiap kesalahan dan kekalahan akan dicatat dan diperingatkan.

+++

Untuk keperluan training, fasilitator, motivasi, workshop, pendampingan usaha, kerjasama dan event organizer, silahkan hubungi kami. Di 085 868 586 660 Dengan senang hati kami akan membantu Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.