Bagian II; Tahapan Memulai (Start up), adalah merupakan tahapan memulai usaha, dengan mengikuti tahapan membuka usaha dari minat dan ide bisnis sampai mengembangkan usaha dengan sistem dan SOP yang terdiri dari 10 bagian yang di tulis secara berurutan sesuai kebutuhan perkembangan usaha secara umum.

Mengapa kita harus segera memulai usaha dan SUKSES???

Life is too short, hidup ini begitu singkat, itulah alasan kita harus segera sukses, coba lihat dan cari kabar teman-teman Anda sekolah dulu, mereka sudah sukses dibidangnya masing-masing ? dan kita masih belum mencapai apa-apa, coba lihat tiba-tiba anak-anak kita sudah tumbuh besar, jangan sampai terlambat untuk sukses, akhirnya sulit untuk bangkit ketika semua sudah terlambat, sudah tua, sudah sakit, sudah sempit, sudah tidak ada waktu. Inilah saatnya, ketika semuanya masih mungkin, ketika semua hal masih bisa dikerjakan.

Negeri ini memerlukan lebih banyak lagi pengusaha untuk menggerakkan perekonomian dan kemandirian negeri ini, dari data jumlah pengusaha di Amerika Serikat sebesar 11 persen dari jumlah penduduk, Cina 12 persen, Singapura 8,4 persen, dan Indonesia 1,8 persen. “Minimal jumlah pengusaha di sebuah negara adalah 4 persen sehingga Indonesia masih membutuhkan banyak pengusaha.

Dari data di atas, menunjukkan peluang masih terbuka lebar untuk menjadi pengusaha, pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan banyak membantu dan menyelenggarakan program gerakan kewirausahaan, jika sebuah negara sudah memiliki proporsi pengusaha yang memadahi, sudah dapat dipastikan negara tersebut lebih mandiri dan makmur.

Akan tetapi tantangan sebagai pengusaha tidaklah mudah, mereka akan menghadapi persingan ketat, lebih-lebih berlakunya perdagangan bebas asian economic comunity tahun 2015. Pada awal tahun sembilan puluhan, akhir milenium kedua para pakar memprediksi bahwa asia akan menjadi pusat perdagangan dunia karena jumlah penduduk yang besar sebagai pasar, dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di atas 7{d27d70b0dca422c55efe9f46f153e13aa375b494fa4b165a7ccdd88158c8d926} (lihat naisbitt, 1996).

Siapa yang menyangka di tahun 1998, kehancuran ekonomi asia dan dunia terjadi, rezim penguasa jatuh dan konglomerasi bisnis hancur, tidak tersisa. Bila tidak dilihat dengan kritis formula sukses di masa lalu akan menjadi sumber kegagalan di masa depan (lihat Gibson, 1997). Kita harus melakukan inovasi dan pembaharuan dalam bisnis kita.

Kini manusia hidup dalam satu jaringan informasi yang cerdas (network intelligence) Don Tapscott (1997). Dalam bukunya digital economy, promise and peril in the age of networked intelligence mengemukakan 12 paradigma baru dari ciri-ciri kehidupan ekonomi milenium ketiga adalah:

  1. Ekonomi baru merupakan ekonomi pengetahuan (knowledge based economy). Fokus dari kerja otot menjadi kerja otak, produk berkembang ke arah produk yang pintar (smart product), misalnya smart card, smart home, smart car, dll.
  2. Ekonomi baru adalah ekonomi virtual (virtualisation), baik di bank, kantor, kampus dan pasar sudah tidak lagi selalu memerlukan tempat dan ruang.
  3. Ekonomi baru merupakan ekonomi inovasi, product life circle sangat cepat, dulu inovasi sebuah produk memerlukan waktu yang lama, bertahun-tahun menghasilkan riset sebuah produk, yang saat ini hanya memerlukan hitungan hari bahkan jam.
  4. Ekonomi baru ekonomi yang melibatkan konsumen dalam perancangan produk dan jasa.
  5. Ekonomi baru adalah ekonomi yang saling tergantung (integration / internetworking). Kita tidak bisa hidup sendiri dan sukses dengan kekuatan sendiri, kita harus menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.
  6. Masyarakat ekonomi baru akan penuh dengan konflik (discsordance).

Menurut Oakley dan Krug (1991), bahwa perusahaan memiliki siklus kehidupan, sebagai berikut;

  1. Fase lahir (fase entrepreneurship) adalah fase yang sangat diwarnai oleh sifat transformasional.
  2. Fase berkembang adalah fase kemajuan perusahaan yang sangat pesat. Biasanya perusahaan mulai birokratik. Karyawan bekerja menurut aturan. Inovasi mulai menurun.
  3. Fase dewasa, fase dimana mulai terjadi penurunan kinerja. Sifat transaksional menonjol. Karyawan hanya memikirkan kotak organisasinya saja.
  4. Fase kemunduran, ditandai menurunnya kinerja perusahaan, karyawan dan manajemen tidak peka melihat ancaman bisnis.
  5. Fase kematian, jika kondisi dibiarkan terus, maka perusahaan akan mati.
  6. Fase kelahiran kembali, untuk menghindari fase kemunduran dan kematian, saat terjadi perkembangan dan dewasa, dilakukan peremajaan yang bisa disebut kelahiran kembali.

Beberapa ciri perusahaan kelas dunia, menurut Canter (1996) mengatakan bahwa perusahaan kelas dunia harus memiliki tiga ciri, yaitu konsep (concept), kompetensi (competence) dan koneksi (connection). Alvin Toffler beranggapan bahwa perubahan dunia terjadi dalam tahapan yang berbeda mulai dari gelombang pertama (first wave), gelombang kedua (second wave) dan gelombang ketiga (third wave). Maynard dan Mehrtens (1993) menamakan millenium ketiga sebagai gelombang ke empat (fourth wave) dari perkembangan dunia.

  1. Gelombang pertama adalah era pertanian, dimana otot lebih dominan dari pada otak yang digunakan.
  2. Gelombang kedua adalah era industrialisasi, manusia mulai menciptakan mesin uap, pembangkit listrik dan alat transportasi yang menggunakan mesin. Era ini penguasaan sumber daya alam menjadi kekuatan.
  3. Gelombang ketiga, adalah era informasi, ini adalah awal milenium ketiga, informasi sebagai kekuatan dalam kehidupan. Pekerjaan di kerjakan dan diprogram dengan komputer. Manusia saling terkait satu sama lain dan mereka harus kerjasama, manusia terkait dengan internet. Terbentuknya masyarakat pembelajar (learning society) untuk mendapatkan keuntungan bersama.
  4. Gelombang ke empat, era penggunaan teknologi internet semakin intensif, dan semakin canggihnya perangkat teknology informasi. Di era ini manusia akan survive bila mereka dapat melihat dirinya dalam suatu kesatuan. Hidup di era gelombang ke empat tidak hanya fokus pada kelangsungan hidup manusia, tetapi juga kelangsungan hidup alam yang berfungsi sebagai penyangga kehidupan manusia. Di era ke empat ini kita harus menyadari pentingnya keragaman (diversity). Keberlangsungan hidup bisnis sangat tergantung pada pengakuan ke anekaragaman (lihat moore, 1996). Moore mengatakan suatu organisasi bisnis akan berusia panjang bila dia memperhatikan ekosistem bisnis yang beraneka ragam, dan membangun sinergi dengan berbagai organisasi yang merupakan komponen ekosistem tersebut.

Berikut ini saya tampilkan data survey pada 100 perusahaan besar di Amerika dan Inggris, menurut para pimpinan puncak di perusahaan tersebut, strategi paling utama adalah manajemen manusia.

Manajemen Manusia    No 1.
Kinerja Keuangan         No 2.
Pemegang Saham          No 3.
Pelanggan                        No 4.
Rekayasa Ulang Bisnis No 5.
Strategi Masa Depan    No 6.
Produk Baru                   No 7.
Teknology                       No 8.
Manajemen Informasi No 9.
Kebijakan Lingkungan No 10.
*) sumber De Kare-Silver; 1997, Strategy in crisis, New York: McMillan.

Dari data survey di atas, jelas bahwa sumber daya manusia adalah nomer satu, manusia lah yang menentukan suksesnya sebuah perusahaan.

+++

Untuk keperluan training, fasilitator, motivasi, workshop, pendampingan usaha, kerjasama dan event organizer, silahkan hubungi kami. Di 085 868 586 660 Dengan senang hati kami akan membantu Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.